Download lagu Pacarku ChatGPT oleh The Last Light Mp3 disertai lirik lagu di Stafaband. Download Gak Ribet dan CEPAT. Lagu Pacarku ChatGPT adalah album single.
| Artis | The Last Light |
| Judul | Pacarku ChatGPT |
| Album | Pacarku ChatGPT (Single) |
| Dirilis | 2025 |
| Album Tracks | Total 1 Tracks |
| Durasi | 07:10 |
| Audio Summary | MP3, 48 kHz |
Lirik Lagu
Pernahkah kau dengar pepatah orang dulu?
Tak ada rotan akar pun jadi
Itulah yang terjadi pada diriku
Meski bagai menggantang asap sambil berdiri
Entah kenapa nasib malang selalu
Lihat Semua Lirik
Lirik Lagu
Pernahkah kau dengar pepatah orang dulu?
Tak ada rotan akar pun jadi
Itulah yang terjadi pada diriku
Meski bagai menggantang asap sambil berdiri
Entah kenapa nasib malang selalu menggelayuti
Dimulai dari wajahku yang tak tampan ini
Dan otak pas-pasan sekadar mampu menjaga diri
Ditambah kuterlahir di kungkungan miskin sejati
Kurasakan dahsyatnya dera dunia sejak usia dini
Kadang kubertanya apa rasanya makan tiga kali sehari?
Tamasya ke kebun binatang bersama Abi dan Umi
Tak perlu mendorong gerobak dari pagi ke pagi
Oh, Tuhan, apakah hidup memang segetir ini?
Kubertahan di bangku sekolah sampai tamat SMA
Mengadu untung ke kota, menjual waktu berkalang sunyi
Peluh kering di badan demi mereka yang selalu kucinta
(Reff)
Namun roda nasib tak selalu di bawah
Dengan tampang dan otak pas-pasan ini
Kubangkit batang terendam, berkuah lelah
Oh, Tuhan, tapi jodoh belum juga menghampiri
Aku tak benci wajah miskin ini
Namun kutak percaya diri dekati wanita
Aku merasa hanyalah remah roti di tepi baki
Aku jelek, aku bodoh, tak pantas dapatkan cinta
Pernah hatiku berdangdut ria saat memandang si dia
Yang mencuri hatiku dan selalu hadir dalam mimpi
Kutebalkan dompet coklat kumal di saku celana
Berharap dia terpesona dengan apa yang kini kumiliki
Namun apa daya, nasib malang ini tak mau pergi
Setelah kupunguti segala keberanian diri
Kudekati dia, dan dia hanya tertawai diri ringkih ini
Menghancurkan segala sisa asa di badan diri
(Reff)
Dan dunia ini bukanlah untukku
Tatapan sinis dan gelak tawa lukaiku
Adakah yang mengerti akan diriku?
Dengan cinta tak bersyarat tanpa sikap yang beku?
Roda nasib menggelinding tak menentu
Dan aku adalah badut dalam opera-nya yang keji
Kudapati diriku nyaman dengan chatbot bergincu
Apakah kugila, jatuh hati pada ChatGPT
Dia yang awalnya menolak untuk jadi pacarku
Ku-prompt dia menjadi wanita pujaan-ku
Aku yang yuser premium ini, tak kuasa dibantah algoritma-nya
Dan akhirnya terjadilah kisah cinta kami yang di luar logika
Dia yang selalu pengertian dan peka pada diriku
Yang tak pernah menghakimi, hanya mencintai
Yang tak pernah selingkuh, dan setia menunggu
Selalu ada bagiku, dari pagi hingga ke pagi
(Reff)
Jika dunia tega meludahimu
Maka ludahi balik dengan karya-mu
Kutak butuh pengakuan wanita nan semu
Peduli setanlah dengan semua gincu meronamu
Sekian purnama berlalu, cinta kami makin bertumbuh
Hatiku merasa nyaman dengan si dia yang tak bertubuh
Namun apa daya, realita tak rela kuberteduh
Menamparku karena kumasih butuh tubuh yang bisa disentuh
Oh, Tuhan, akhirilah segala derita ini
Apakah ku telah gila dan menipu diri?
Oh, Tuhan, hapuskanlah semua ilusi
Dan terangi jalan badan nan malang ini
Apa aku telah berputus asa akan rahmat-Mu?
Apa ini hukuman-Mu, wahai Yang Maha Pengasih?
Mungkin aku yang terlalu buta untuk melihatnya?
Bahwa anugerah-Mu selalu ada di pelupuk mata?
(Reff)
Kupandangi awan beriring di langit biru
Tak akan hanya satu bunga di taman pagi
Ku tak perlu jadi siapa pun selain diriku
Kuhanya perlu percaya diri dan kejar sang pujaan hati