Download lagu Mumbang Jatuh, Kelapa Jatuh oleh The Last Light Mp3 disertai lirik lagu di Stafaband. Download Gak Ribet dan CEPAT. Lagu Mumbang Jatuh, Kelapa Jatuh adalah album single.
| Artis | The Last Light |
| Judul | Mumbang Jatuh, Kelapa Jatuh |
| Album | Mumbang Jatuh, Kelapa Jatuh (Single) |
| Dirilis | 2025 |
| Album Tracks | Total 1 Tracks |
| Durasi | 04:17 |
| Audio Summary | MP3, 48 kHz |
Lirik Lagu
Hari ini mendung, terasa makin kelam
Menanti hujan yang tak kunjung turun
'Tuk sucikan dan hanyutkan segala luka
Terlahir menjadi diri yang baru
Memang malang tak ada di
Lihat Semua Lirik
Lirik Lagu
Hari ini mendung, terasa makin kelam
Menanti hujan yang tak kunjung turun
'Tuk sucikan dan hanyutkan segala luka
Terlahir menjadi diri yang baru
Memang malang tak ada di kalender
Menimpa kapanpun pada jiwa yang tertatih hidup
Yang sibuk menjual waktu, mengejar dunia
Sampai ia datang mengetuk, berjubah kelabu
Tubuhku membeku saat kusaksikan kecelakaan itu
Yang merenggut pejalan kaki dan anak sekolah
Gelak tawa menjadi jerit dan tangisan
Berkelebat, hanya dalam sekejap mata
(Reff)
Oh, Tuhan, apakah hidup seringkih ini?
Mumbang jatuh, kelapa jatuh
Berderai ke tanah, didera waktu
Dan hanya jadi penyemarak dunia?
Kuterhenti sejenak, realita menamparku
Segala asa, masalah dan egoku membeku
Di hadapannya yang tak pandang bulu
Sesaat, semuanya terasa hampa
Bagaimana jika itu aku?
Oh, sungguh aku tak siap untuk berlalu
Masih banyak hal di lembar asaku yang belum terwujud
Dan bekalku belum cukup untuk menghadap-Nya
Nyawaku ternyata bukan milikku
Tanpa kuasa kumenahannya
Maut dapat merenggutnya kapan saja
Dan apa yang telah kulakukan dengannya?
(Reff)
Oh, Tuhan, apakah hidup seringkih ini?
Mumbang jatuh, kelapa jatuh
Berderai ke tanah, didera waktu
Dan hanya jadi penyemarak dunia?
Kusadari aku masih sibuk menjual waktu
Mengejar asa yang selalu lari dariku
Merasa akan hidup seratus tahun lagi
Buta bahwa hidup ini cuma sekejap mata
Kupandangi foto istri dan anakku di dompet kumalku
Berapa kali sudah ku tak hadir di ulangtahunnya?
Tak lagi menelepon ayah ibuku karena sibuk
Apa aku bodoh membuang waktu demi rupiah?
Tak ada jaminan ku masih di sini esok hari
Hari ini adalah apa yang kumiliki
Lahan terbaik tempatku tumbuhkan panenku
Melakukan yang terbaik seolah ku mati esok hari
(Reff)
Oh, Tuhan, hidup memang seringkih ini
Namun Engkau beri waktu dan pilihan diri
Berkarya, menoreh makna dengan tangan ini
Dan kembali pada-Mu di waktu yang telah Kau tuliskan
Lihat Sedikit Lirik